akuntansi syariah

Kelebihan Akuntansi Syariah Ketimbang Akuntansi Konvensional

Kata syariah identik dengan sesuatu yang diatur dalam hukum Islam. Segala hal yang berhubungan dengan keuangan syariah, saat ini sangat diminati oleh masyarakat Muslim Indonesia. Hal ini dikarenakan konsep dari akuntansi syariah berbeda dengan konsep sosialisme, kapitalisme, atau negara kesejahteraan.

Menurut Dr. Omar Abdullah Zaid, akuntansi syariah merupakan aktivitas yang teratur serta ada kaitannya dengan pencatatan tindakan, transaksi, dan juga keputusan yang sesuai dengan tuntunan dalam agama Islam. Jumlah-jumlahnya pun tercatat secara representatif. Dengan begitu, semua ada kaitannya dengan pengukuran serta hasil keuangan yang memiliki implikasi pada tindakan, transaksi, dan keputusan yang tepat.

Lain lagi dengan Napier yang menyebutkan bahwa akuntansi syariah merupakan bidang akuntansi yang menekankan terhadap dua hal yang meliputi pelaporan serta akuntabilitas. Pelaporan merupakan bentuk tanggung jawab langsung pada Allah serta manusia. Untuk akuntabilitas sendiri tercermin dari tauhid yakni menjalani aktivitas ekonomi sesuai dengan ketentuan dalam agama Islam.

Kelebihan Akuntansi Syariah

Terdapat beberapa kelebihan dari akuntansi syariah, diantaranya:

1. Terhindar dari Riba

Riba merupakan penetapan bunga ketika peminjam dibebankan biaya pengambilan berdasar pada persentase tertentu terhadap pinjaman pokok. Persentase ini ditentukan bahkan dapat lebih dari nilai dari barang yang ditransaksikan.

Pada akuntansi syariah, laporan tidak disajikan hanya dengan konsep time value money. Melainkan disusun sedemikian rupa sehingga terlihat dapat memenuhi kebutuhan serta terlihat lebih bagus. Dalam akuntansi ini, transaksi juga mengandung nilai norma dan moral.

2. Prinsip Jual Beli secara Murabahah

Dalam sistem akuntansi syariah, transaksi jual beli menerapkan prinsip agama Islam. Seperti transaksi bank dan nasabah yang mengajukan kredit. Prinsip yang diusung adalah murabahah. Dimana nasabah serta bank membuat sistem kerja berdasar pada kesepakatan awal yang telah didiskusikan di awal diantara kedua belah pihak.

Related :   Peran Food Consultant Dalam Bisnis Makanan Yang Harus Anda Tahu

Prinsip murabahah berarti kedua pihak harus membicarakan berapa besar bunga yang dibayar serta diterima tanpa beracuan pada suku bunga yang berlaku.

3. Bagi Hasil

Pada sistem akuntansi ini, tidak ada sistem bunga, akan tetapi ditekankan pada konsep bagi hasil. Sehingga, sistem ini akan menanggung risik bersamaan oleh pihak-pihak terkait. Sistem ini memungkinkan keuntungan yang dapat terlihat jelas serta sistem bagi hasil ditetapkan berdasar pada kesepakatan awal.

Semisal, ada dua pihak yang mana pihak pertama memiliki peran sebagai pemilik modal, sedangkan pihak kedua adalah pengelola modal. Kemudian, dua belah pihak akan tahu bagaimana keuntungan bisa diperoleh serta bagaimana pembagian sesuai kesepakatan yang telah dibahas di awal.

4. Landasan Hukum Sesuai Syariat Islam

Dengan sistem ini, landasan hukum yang diambil adalah langsung berdasar pada kaidah agama. Yang mana ketentuan serta dasar hukumnya tidak dibuat manusia. Ketentuannya pun tidak akan pernah berubah dna sudah pasti. Dengan menerapkan sistem ini, maka perusahaan akan mempunyai etika bisnis yang benar serta berdampak pada tanggung jawab sosial lebih tinggi.

5. Adanya Unsur Tenggang Rasa

Akuntansi syariah selain fokus pada pelaksanaannya, juga ada unsur zakat sebagai salah satu kelebihannya. Teori yang terdapat dalam akuntansi pun tidak hanya mengatur dan memperhitungkan kepentingan bisnis semata. Melainkan juga menghitung kepentingan toleransi dan kepedulian pada berbagai pihak.

Persamaan Akuntansi Syariah dengan Konvensional

Meskipun memiliki sejumlah perbedaan, tetapi, ada juga persamaan diantara akuntansi syariah dengan konvensional. Diantaranya:

  1. Memiliki prinsip pemisahan jaminan keuangan sesuai dengan prinsip unit ekonomi.
  2. Mempunyai prinsip hauliyah yakni proses periode waktu maupun tahun pembukuan keuangan.
  3. Memiliki prinsip pembukuan langsung berupa pencatatan bertanggal.
  4. Mempunyai prinsip kesaksian pembukuan berupa prinsip penentuan barang.
  5. Memiliki prinsip keterangan (dalam akuntansi syari’ah adalah taudhih).
  6. Prinsip istimrariyah yakni kontinuitas yang berkesinambungan dengan perusahaan.
  7. Mempunyai prinsip muqabalah atau perbandingan yakni income dengan cost.

Jasa Akuntansi Syariah Profesional

Tak semua akuntan paham mengenai akuntansi syariah. Untuk itu, percayakan pada Hiswara Accounting Development. Jasa akuntansi yang satu ini juga menawarkan berbagai service berupa social media treatment, penyusunan laporan perusahaan, konsultasi pajak, jasa akuntansi, riset pemasaran, dan juga tax planning.

Tak perlu kesulitan menyusun laporan keuangan dari perusahaan berdasarkan prinsip syariah. Anda hanya perlu menghubungi Hiswara Accounting Development. Dengan sumber daya manusia yang profesional, Hiswara akan membantu Anda mengambil keputusan strategis mengenai kemajuan bisnis.

Related :   Akuntansi Keuangan Adalah Laporan Keuangan. Ini Selengkapnya!