Jenis-Jenis Akuntansi Perpajakan Yang Bisa Diketahui

Akuntansi Perpajakan adalah proses pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran sebuah transaksi keuangan yang berkaitan dengan pajak. Catatan tersebut kemudian dibuat laporan sesuai ketentuan peraturan perpajakan yang terkait sebagai dasar pembuatan Surat Pemberitahuan Tahunan atau SPT. Laporan keuangan ini dibutuhkan untuk mempermudah pelaporan harta maupun kekayaan.

Sebuah perusahaan juga memerlukan laporan laba rugi untuk menghitung pajak yang terutang pada tahun pajak tertentu. Akuntansi untuk perpajakan biasanya tidak jauh beda jika dibandingkan dengan akuntansi yang berlaku untuk perusahaan. Akuntansi perpajakan memiliki beragam jenis, untuk itu berikut adalah jenis-jenis akuntansi perpajakan.

1. Akuntansi Pajak Penghasilan

Dalam akuntansi pajak penghasilan, terdapat banyak undang-undang yang mengatur mengenai hal ini. Di antaranya adalah pasal 21 sampai 25, pasal 4 ayat 2, pasal 28A, pasal 29, dan pasal 31E. Pasal 21 mengatur tentang pembayaran transaksi yang berkaitan dengan proses pembayaran gaji, upah, dan lain-lain.

Pasal 22 dikenakan pada perdagangan barang yang dianggap menguntungkan kedua belah pihak, baik itu penjual maupun pembeli. Untuk pasal 23, mengatur tentang bentuk pemotongan dan pemungutan pajak penghasilan dari bonus, royalti, penghargaan, dan lain-lain. Pasal 24 mengatur tentang pemungutan pajak yang terutang di luar negeri atas penghasilan dari luar negeri.

Selanjutnya pasal 4 ayat 2 mengatur tentang penghasilan deposito, hadiah undian, dan lain-lain. Peraturan pajak ini tentunya bersifat final. Pasal 25 mengatur besarnya angsuran pajak yang harus dibayarkan sendiri oleh wajib pajak untuk bulan-bulan sebelum SPT pajak penghasilan disampaikan.

2. Akuntansi Pajak Pertambahan Nilai

Suatu transaksi yang berkaitan dengan penyerahan barang kena pajak selain dipungut pajak pertambahan nilai juga dipungut pajak penjualan barang mewah. Ketika seseorang melakukan impor barang yang tergolong mewah, biasanya akan dikenakan pajak pertambahan nilai dan hanya dilakukan satu kali saat melakukan impor.

Related :   Bidang Bidang Akuntansi Dan Penjelasannya  

Biasanya dalam melakukan impor, ada beberapa barang yang tidak dikenakan pajak pertambahan nilai. Barang yang tidak dikenakan pajak pertambahan nilai adalah bahan hasil pertambangan yang langsung dari sumbernya dan barang kebutuhan pokok. Selain itu makanan dan minuman, surat-surat berharga, uang, dan emas batangan juga tidak dikenakan PPN.

3. Akuntansi Bea Materai

Bea materai adalah pungutan atau pembayaran pajak lewat benda materai yang dikenakan khusus untuk beberapa dokumen yang diharuskan oleh undang-undang. Perusahaan memerlukan akuntansi bea materai untuk mencatat pengeluaran perusahaan dalam melunasi bea materai. Untuk prosesnya kurang lebih sama dengan pencatatan pajak bumi dan bangunan.

Dokumen yang dibuat oleh satu pihak atau lebih maupun dibuat di luar negeri saat digunakan di Indonesia biasanya akan dikenakan bea materai. Objek bea materai sendiri memiliki banyak jenis, yaitu bea materai Rp. 3.000 dan bea materai Rp. 6.000. Tidak semua dokumen akan dikenakan pajak bea materai, misalnya saja segala jenis ijazah dan slip gaji tidak akan dikenakan bea materai.

4. Akuntansi BPHTB

Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB adalah biaya yang dikenakan pada setiap pemindahan hak termasuk hibah wasiat. Akuntansi BPHTB juga mengatur tentang pajak uang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan bangunan. Perusahaan menggunakan akuntansi untuk mencatat pengeluaran perusahaan dalam membayar BPHTB.

Seseorang yang melakukan jual beli, menukar, menghibahkan tanah tentu saja akan dikenakan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. Akan tetapi ada beberapa objek pajak yang tidak dikenakan BPHTB, salah satunya adalah tanah wakaf dan tanah yang digunakan untuk kepentingan ibadah. Tarif pajak yang ditetapkan untuk BPHTB adalah sebesar 5%.

Related :   Jasa Akuntansi Freelance Terpecaya di Yogyakarta

5. Akuntansi Pajak Bumi Dan Bangunan

Akuntansi pajak bumi dan bangunan adalah satu proses yang terhitung sederhana, bahkan jauh lebih sederhana dari pajak pertambahan nilai. Hal tersebut karena pajak bumi dan bangunan dibayar setahun sekali. Untuk menghitung pajak bumi dan bangunan adalah 0,5% dikalikan dengan Nilai Jual Kena Pajak. Penghitungan NJKP ditetapkan serendah-rendahnya adalah sebesar 20%.

Akuntansi perpajakan merupakan proses pencatatan laporan keuangan yang terkait dengan perpajakan. Perusahaan harus melakukan pencatatan pajak untuk dilaporkan ke kantor pajak. Proses pencatatan akuntansi perpajakan dimulai dari transaksi kemudian dicatat di jurnal kemudian di posting.

Berikutnya jurnal akan dimasukkan ke dalam neraca jalur dan pada akhirnya akan dibuat ke dalam bentuk laporan keuangan. Laporan keuangan biasanya akan dibuat secara bulanan maupun secara tahunan.