Mengenal Lebih Dekat Ilmu Akuntansi Forensik Di Indonesia

Perlu diketahui bahwa akuntansi forensik telah dipraktekkan di Indonesia sudah sejak lama. Praktek ini tumbuh setelah terjadi krisis keuangan di Indonesia pada tahun 1997. Pendekatan praktek akuntansi ini dilaksanakan oleh berbagai lembaga seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kantor Akuntan Publik (KAP) di Indonesia.

Pengertian Akuntansi Forensik

Akuntansi forensik adalah sebuah praktik khusus dalam bidang akuntansi yang menggambarkan tentang keterlibatan dari perselisihan aktual atau yang dapat diantisipasi. Sedangkan pengertian akuntansi Forensik menurut Merriam Webster’s Collegiate Dictionary adalah penggunaan ilmu akuntansi untuk keperluan hukum.

Pengertian akuntansi forensik menurut D. Larry Crumbley, editor in chief dari Journal of Forensic Accounting (JFA) adalah sebuah ilmu akuntansi yang cocok dan akurat untuk hukum. Jadi artinya adalah ilmu akuntansi yang dapat bertahan dalam sebuah perseteruan selama terjadinya proses pengadilan.

Keahlian Akuntansi Forensik

Saat ini terdapat 9 kompetensi keahlian akuntansi forensik yang nantinya akan digunakan dalam penilaian perbedaan pendapat atau presepsi dari pihak akademis, pengguna jasa dan juga akuntansi. Berikut merupakan 9 keahlian akuntansi forensik

  • Analisis dedukatif. Merupakan sebuah kemampuan untuk menganalisis kejanggalan dalam sebuah laporan keuangan. Atau bisa dikatakan sebagai kejadian yang tidak sesuai atau tidak sama.
  • Pemikiran kritis. Merupakan kemampuan yang dapat membedakan antara fakta dan opini.
  • Pemecahan masalah yang tidak terstruktur. Sebuah pendekatan yang dilakukan terhadap masing-masing situasi terutama dalam situasi yang tidak wajar.
  • Fleksibilitas penyidik. Kemampuan yang dapat melakukan audit di luar prosedur yang berlaku.
  • Keahlian analitik. Kemampuan yang digunakan untuk memeriksa sesuatu hal yang seharusnya ada dan tersedia bukan sesuatu hal yang sudah ada.
  • Komunikasi lisan. Merupakan sebuah kemampuan untuk berkomunikasi secara lisan dan efektif.
  • Komunikasi tertulis. Sebuah kemampuan yang dapat berkomunikasi secara efektif menggunakan sebuah tulisan melalui laporan, bagan, gambar dan jadwal mengenai dasar-dasar sebuah opini.
  • Pengetahuan tentang hukum. Kemampuan dalam memahami dasar-dasar tentang hukum.
  • Composure. Kemampuan yang dapat menjaga sikap agar tetap tenang saat menghadapi situasi tertekan.
Related :   Rekomendasi Jasa Akuntansi dan Back Office Yogyakarta Terbaik

Itu tadi merupakan 9 kompetensi keahlian yang terdapat dalam ilmu akuntansi forensik. Jadi semua ahli akuntansi forensik harus memiliki ke-9 keahlian tersebut. hal tersebut dikarenakan ilmu ini sangat penting terutama dalam urusan pemberantasan tindak korupsi.

Jenis-Jenis Pelayanan Akuntansi Forensik

Seseorang yang berkecimpung didalam hal ini disebut akuntan forensik. Tugas dari akuntan forensik adalah memberikan sebuah pendapat hukum dalam proses pengadilan. Selain itu akuntan forensik juga memiliki tugas di luar proses pengadilan. Perlu diketahui bahwa akuntan forensic juga memiliki jenis-jenis layanan yakni sebagai berikut:

1. Jasa Saksi Ahli

Nantinya para ahli akan membuat laporan yang akan diajukan ke pengadilan dan setelah itu para ahli tersebut akan memberikan bukti-bukti. Selain itu para ahli juga dapat memberikan sebuah bimbingan kepada penasehat hukum dalam aspek keuangan dari kasus-kasus yang terjadi. Para ahli juga akan membuat sederetan pertanyaan untuk proses pemeriksaan.

2. Menilai Kerugian Ekonomi

Seorang yang paham mengenai akuntansi forensik nantinya akan dipanggil untuk menghitung kerugian ekonomi dalam perseteruan yang terjadi karena gangguan bisnis, kelalaian profesi atau kecelakaan pribadi. Tujuan dari layanan ini adalah untuk mengetahui seberapa jumlah uang yang diperlukan untuk menempatkan seorang penggugat didalam sebuah posisi keuangan.

3. Menilai Pekerjaan Profesional

Nantinya saksi ahli forensik akan diminta untuk memberikan sebuah laporan, kemudian para ahli akuntansi forensik akan menilai pekerjaan professional sesuai standart yang telah diharapkan. Dalam beberapa kasus biasanya akuntan forensik dapat mengukur kerugian ekonomi yang terjadi atas dugaan pelanggaran.

4. Penelusuran Aset

Biasanya dalam akuntansi forensik, para ahli sering menggunakan metode yang dinamakan Visual Inteligent Analysis (VIA) untuk menentukan alokasi dan mengetahui aliran aset. VIA merupakan sebuah proses penggolongan hubungan dan komoditas untuk mendapatkan suatu gambaran atau data yang rancu atau membingungkan. Kemudian data tersebut dapat diubah menjadi sebuah data yang mudah untuk dipahami.

Related :   Faktor Penting Dalam Mencari Jasa Konsultan Pemasaran Yogyakarta

5. Investigasi Dalam Penipuan

Perlu diketahui bahwa investigasi penipuan akan melibatkan penemuan-penemuan fakta mengenai kegiatan penipuan yang memancing kecurigaan. Kegiatan penipuan tersebut dapat terjadi di dalam maupun diluar organisasi.

Itu tadi merupakan beberapa penjelasan mengenai akuntansi forensik yang terdapat di Indonesia. Jadi kesimpulannya adalah akuntansi forensik adalah sebuah penerapan disiplin dalam hal akuntansi dalam masalah hukum. Selain itu ilmu ini juga bermanfaat untuk membantu tindak pemberantasan korupsi yang sudah marak di Negara Indonesia.