Inilah 5 Siklus Akuntansi Dagang Yang Harus Dipahami

Perusahaan dagang merupakan sebuah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah melakukan pembelian barang dan menjualnya kembali. Dalam proses tersebut tidak ada perubahan wujud barang. Untuk praktek akuntansinya sendiri, akuntansi dagang tidak memiliki perbedaan dengan perusahaan jasa. Namun, memang ada beberapa komponen yang membedakan perusahaan dagang dengan perusahaan jasa.

Ada berbagai hal yang harus diperhatikan dalam membuat akuntansi perusahaan dagang. Salah satunya adalah masalah siklus. Perusahaan dagang sebenarnya memiliki beberapa tahapan siklus yang dapat ditemui. Secara umum siklus dibagi menjadi 12 siklus. Namun, kali ini akan dibahas lebih dahulu 5 siklus yang ada di akuntansi dagang sebelum masuk tahap neraca saldo penyesuaian. Beberapa siklus tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

1. Transaksi

Siklus pertama adalah siklus transaksi. Ini menjadi awal dari siklus yang ada. Pada tahap ini transaksi yang dilakukan pun diidentifikasi. Jadi identifikasi tersebut nantinya akan melibatkan semua akun. Data yang ada pada transaksi juga dikumpulkan. Semua sumber data transaksi akan dijadikan satu.

Analisa transaksi dilakukan setelah pengumpulan sumber data tersebut. Lebih lanjut kemudian dilakukan identifikasi terkait dengan nilai transaksi yang ada. Nantinya kebenaran dari tiap sumber transaksi yang dilakukan diteliti dengan baik. Untuk itu penting untuk memiliki data yang ada secara lengkap. Ini guna menjaga kelancaran proses analisa serta identifikasi transaksi yang dilakukan.

2. Pembuatan Jurnal

Tahap selanjutnya yang dilakukan adalah membuat jurnal. Dari analisa transaksi serta bukti-bukti yang ada kemudian jurnal mulai dibentuk. Pembuatan jurnal ini juga bergantung dari perusahaan yang akan dibuatkan jurnal. Jika perusahaan tersebut memiliki jumlah transaksi sedikit, tidak masalah untuk menggunakan jurnal umum guna mencatat transaksi. Namun, jurnal khusus diperlukan untuk perusahaan dengan transaksi yang banyak.

Related :   Tips Memilih Jasa Akuntansi dan Pajak Yogyakarta

Nantinya dapat diberikan waktu untuk mengisi jurnal tergantung dengan kebutuhan. Jurnal dapat diisi setiap transaksi dilakukan atau juga dapat diisi setiap waktu tertentu, semisal dalam satu hari transaksi. Pastikan jika data yang dimasukkan dalam jurnal transaksi tidak mengalami kesalahan. Utamanya untuk perusahaan yang memiliki transaksi dalam jumlah banyak. Penting memperhatikan ketelitian penulisan jurnal.

3. Melakukan Posting Buku Besar

Pada tahap tiga akuntansi dagang mengantarkan pada tahap posting buku besar. Data yang didapat dari jurnal ini kemudian dimasukkan ke dalam buku besar. Nantinya pemindahan ke dalam buku besar inilah yang memerlukan pembagian-pembagian sesuai dengan kelompok yang ada. Peristiwa ini juga sering disebut sebagai posting buku besar.

Tak hanya jurnal umum yang dipindahkan dalam buku besar, jurnal khusus juga diambil informasinya untuk dimasukkan ke dalam buku besar. Jangan lupa membagi transaksi sesuai dengan kelompok-kelompok yang ada. Kumpulan kelompok-kelompok tersebut yang nantinya menghasilkan sebuah nilai akhir atau saldo akhir. Ini dapat berupa saldo debit maupun saldo kredit.

4. Neraca Saldo

Jika posting buku besar sudah dilakukan, yang selanjutnya mulai dikerjakan adalah membuat neraca saldo. Jadi neraca saldo merupakan kumpulan data yang isinya berupa rekening yang ada dalam buku besar. Neraca saldo juga dapat dijelaskan sebagai sebuah pengelompokan saldo akhir yang ada di dalam buku besar.

Pada neraca saldo ini terdapat semua jenis nama akun, hingga saldo total untuk setiap akun yang ada. Nantinya neraca saldo akan disusun secara sistematis, semuanya harus sesuai dengan kode akun yang diberikan. Jadi informasi yang terdapat di sini tidak boleh acak. Sumber neraca saldo berasal dari buku besar, tepatnya saldo akhir tiap akun.

Related :   Informasi Seputar Akuntansi Dagang Yang Perlu Diketahui

5. Jurnal Penyesuaian

Selanjutnya masuk pada tahap jurnal penyesuaian. Pada tahap ini nantinya diperuntukkan untuk transaksi yang belum tercatat namun sudah terjadi. Selain mencatat transaksi yang belum tercatat, ini juga untuk mencatat transaksi yang nilainya harus di koreksi. Jadi dapat dikatakan dalam jurnal penyesuaian ini hadir transaksi-transaksi baru yang perlu di koreksi atau perlu dimasukkan.

Seringkali kehadiran transaksi dalam jurnal penyesuaian ini memiliki pengaruh pada akun-akun perusahaan lainnya. Bahkan tak jarang transaksi yang dimasukkan dalam jurnal penyesuaian ini memunculkan sebuah akun baru.

Setelah kelima tahap tersebut dilalui nantinya siklus akuntansi dagang akan masuk pada tahap neraca saldo setelah penyesuaian. Untuk kemudian masuk lagi ke tahap-tahap selanjutnya. Kehadiran siklus-siklus awal tersebut tentu memiliki pengaruh besar pada siklus-siklus selanjutnya. Apalagi antar siklus yang ada pun saling berkait. Jadi pastikan jika setiap siklus dilakukan dengan baik dan teliti ya.