akuntan forensik

Akuntan Forensik, Apa Saja Perannya Dalam Pemberantasan Korupsi

Tindak Pidana Korupsi di Indonesia bisa dibilang masih sangat masif terjadi. Dalam pemberantasannya, ternyata tidak hanya dibutuhkan dari lembaga negara seperti Kepolisian, KPK atau Badan Pengawas Keuangan namun juga mereka yang berprofesi sebagai Akuntan yang dikenal sebagai Akuntan Forensik. Lalu apa saja tugas pada Akuntan Forensik dan apa peran mereka?

Dirunut dari Tuanakotta (2010) dalam Hakim (2014), Akuntansi forensik merupakan ilmu akuntansi dalam arti luas termasuk auditing, pada masalah hukum untuk penyelesaian hukum di dalam atau di luar pengadilan. Dalam kegiatannya, Akuntansi forensik meliputi investigasi kecurangan dan menginvestigasi pembukuan keuangan maupun catatan yang terkait dengan tindak pidana korupsi.

Hal ini berbeda dengan auditor yang hanya memberikan opini terhadap laporan keuangan. Untuk Akuntansi forensik lebih berfokus pada suatu dugaan atau peristiwa tertentu. Karena itulah, Akuntan Forensik punya peran yang efektif dalam menyelidiki termasuk juga membuktikan ada tidaknya tindak pidana korupsi.

Meskipun demikian, sebenarnya seorang akuntan forensik memiliki tugas yang lebih dan mungkin paling berat. Secara umum, tugas utama dari akuntan di perusahaan adalah mencatat dan menjaga kelancaran arus keuangan dalam perusahaannya. Sedangkan untuk auditor sendiri lebih seperti petugas patroli yang melakukan inspeksi dan pengecekan rutin untuk area tertentu,

Sayangnya, meskipun sangat dibutuhkan dan juga kasus korupsi di Indonesia yang masih sangat tinggi, profesi akuntan forensik masih sepi peminat, masih sangat jarang akuntan Indonesia yang mendalami bidang yang satu ini. Tak hanya itu saja, bahkan tak semua kantor akuntan public membidangi forensik.

Asosiasi profesi akuntan sendiri pun juga belum melirik bagian forensik sebagai bagian penting dari akuntansi. Hal ini bisa terlihat dari belum ada adanya desakan meskipun sudah banyak isu-isu khusus agar akuntansi forensik diberi perhatian khusus, termasuk untuk kasus korupsi. Untuk memahami akuntansi forensik ini, Anda bisa memulai dari dua bagian akuntansi forensik.

Related :   5 Karakteristik Akuntansi Internasional Dalam Perusahaan Multinasional

Dalam jenisnya, Akuntansi forensik dibagi ke dalam dua bagian yakni sebagai berikut:

1. Jasa penyelidikan (investigative services)

Jasa penyelidikan mengarahkan pemeriksa penipuan atau auditor penipuan, yang mana akuntan forensik ini menguasai pengetahuan tentang akuntansi mendeteksi, mencegah, dan mengendalikan penipuan, dan misinterpretasi.

2. Jasa litigasi (litigation services)

Jenis akuntansi forensik yang kedua merepresentasikan kesaksian dari seorang pemeriksa penipuan dan jasa-jasa akuntansi forensik yang ditawarkan untuk memecahkan isu-isu valuasi, seperti yang dialami dalam kasus perceraian.

Mereka yang memiliki profesi akuntan forensik harus memiliki keahlian seperti berikut:

  1. Analisis deduktif yaitu memiliki kemampuan untuk menganalisis kejanggalan yang terjadi dalam laporan keuangan seperti contohnya kejadian yang tidak sesuai dengan kondisi yang wajar.
  2. Pemikiran yang kritis atau memiliki kemampuan untuk membedakan antara opini dan fakta.
  3. Kemampuan untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur. Dalam hal ini dibutuhkan juga kemampuan untuk melakukan pendekatan terhadap masing-masing situasi melalui pendekatan yang tidak terstruktur, terutama situasi yang tidak wajar.
  4. Fleksibilitas penyidikan: kemampuan untuk melakukan audit di luar ketentuan/prosedur yang berlaku.
  5. Analitik yang merupakan kemampuan untuk memeriksa apa yang seharusnya ada, bukan apa yang telah ada.
  6. Kemampuan untuk berkomunikasi secara lisan yang merupakan kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif secara lisan melalui kesaksian ahli dan penjelasan umum tentang dasar-dasar opini.
  7. Kemampuan untuk berkomunikasi secara tertulis termasuk juga kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan tulisan melalui laporan, bagan, gambar, dan jadwal tentang dasar-dasar opini.
  8. Pengetahuan tentang hukum dimana merupakan kemampuan untuk memahami proses-proses hukum dasar termasuk isu-isu hukum dan ketentuan bukti atau rules of evidence.
  9. Composure, yaitu kemampuan untuk menjaga sikap untuk tetap tenang meskipun dalam situasi tertekan.
Related :   Tips Memilih Jasa Konsultan Pajak Yogyakarta Yang Profesional

Itulah beberapa informasi mengenai profesi akuntan forensik untuk kamu yang tertarik mempelajari lebih lanjut mengenai akuntansi forensik. Untuk pelayanan akuntan publik lainnya, Anda bisa mengunjungi situs resmi HAD System yakni di hadsystem.com. Anda bisa mendapatkan berbagai informasi terkait pelayanan jasa akuntansi.

Kebutuhan akan akuntansi publik masih sangat besar. Apalagi di tengah pertumbuhan ekonomi yang berimbas pada pertumbuhan perusahaan dan munculnya pelaku usaha baru. Oleh karena itulah, dalam mempersiapkannya, perusahaan membutuhkan dasar yang kuat.